BUSSINES PLAN (TTEOBOKKI KOREAN FOOD)
Mata kuliah kewirausahaan
Dosen pengampu : Mochammad Reza Adiyanto, S.Pd., M.M
Disusun oleh :
1. Hariatin Widiya D (1907111100063)
2. Siti Muthirah (190711100093)
3. Ahmad Suedy (1907111100106)
A. Latar Belakang
Perencanaan usaha merupakan langkah awal yang menunjukkan bahwa seseorang serius untuk berwirausaha, dan untuk menghindari faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan, serta mengantisipasi setiap tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan usaha.
Rencana usaha harus dibuat karena Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Di samping itu pembuatan rencana usaha menunjukkan sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha dan komitmen yang kuat untuk menjalankan usahanya sehingga tidak mudah menyerah dan putus asa ketika menghadapi setiap kendala dan resiko usaha.
Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya. Rencana harus ada betapapun sederhananya secara tertulis. Namun, wirausaha baru di negara kita banyak yang tidak mau ataupun mungkin tidak mampu atau segan menulis rencana tertulis tersebut karena berbagai alasan. Perencanaan yang tidak tertulis pasti sudah ada rekayasa dalam pikiran, yaitu suatu rekayasa secara sederhana tentang jawaban dari berbagai pertanyaan antara lain, usaha apa yang akan dibuka, mengapa memilih usaha tersebut, dimana lokasinya, siapa konsumennya, darimana sumber modalnya, dan sebagainya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Ringkasan Eksekutif rencana bisnis ?
2. Bagaiman Konsep Bisnis ?
3. Bagaimana Gambaran Pasar rencana bisnis ?
4. Apa Target Pasar dalam rencana bisnis ?
5. Bagaiman Pesaing dan Kondisi Persaingan usaha?
6. Apa saja Organisasi dan Manajemen agar usaha berhasil ?
7. Bagaiman Rencana Keuangan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Ringkasan Eksekutif rencana bisnis
2. Untuk mengetahui Konsep Bisnis
3. Untuk mengetahui Gambaran Pasar rencana bisnis
4. Untuk mengetahui Target Pasar dalam rencana bisnis
5. Untuk mengetahui Pesaing dan Kondisi Persaingan usaha
6. Untuk mengetahui Organisasi dan Manajemen agar usaha berhasil
7. Untuk mengetahui Rencana Keuangan
Misi Perusahaan kami yaitu
1. Proses produksi yang higienis baik dari tempat, alat dan bahan-bahan yang digunakan.
2. Menerapkan pelayanan prima (sikap yang sopan dan ramah, pelayanan yang cepat dan baik).
3. Menjaga cita rasa makanan.
4. Dengan rasa yang khas dan harga yang terjangkau diharapkan memuaskan konsumen.
5. Memperkenalkan Tteokbokki kepada masyarakat.
Adapun hal-hal yang ditawarkan untuk membedakan antara Tteobokki Korean Food dengan kedai-kedai pada umumnya adalah:
1. Makanan korea Tteobokki (Gochujang, Bulgogi, Blackppaper dan Pedas manis)
2. Layanan konsumen yang lebih akrab oleh sesama mahasiswa.
3. Pembelian bisa seperti jajan (beli untuk dibawa pulang)
Strategi pemasaran yang dilakukan usaha ini adalah dengan cara :
1. Personal Selling : Pemasaran untuk awal produk ini hanya melalui mulut ke mulut (kepada kerabat, teman, kenalan) yang kemudian terus berkembang.
2. Media Online (Jejaring Sosial) : Menawarkan atau memasarkan produk melalui social media seperti facebook, twitter, bbm, dan instagram.
3. Memasang papan nama usaha di tempat usahaB. Konsep Bisnis
Tteobokki Korean Food adalah konsep kedai yang mnyediakan Tteobokki sebagai menu utama digabungkan dengan campuran seafood atau dimsum dengan hargamahasiswa, dandilengkapi juga varian saus 4 rasa (Gochujang, Bulgogi, Blackppaper dan Pedas manis) . Tteobokki Korean Food menawarkan makanan ala korea dengan harga ramah dikantong mahasiswa maupun pelajar.
Tteobokki Korean Food ini rencananya akan dibuka di sekitar UTM, yaitu di Jl. Raya Telang, Telang, Kec. Kamal, Kabupaten Bangkalan, Rencana jangka menengahnya adalah melakukan ekspansi di sekitar Kampus-kampus yang ada di Madura. Rencana jangka panjagnya membuka gerai di berbagai lokasi kampus di kota-kota di Indonesia.
Tteobokki Korean Food ini lebih mirip dengan gerobak angkringan. Prediksi peluang dibukanya kedai ini dikarenakan belum adannya menu makanan ala Korea yang ditawarkan di kedai-kedai lain sekitar UTM. Di sekitar kampus hanya ada tempat ngopi yang menunya kurang bervariatif dan monoton. Padahal selera mahasiswa sangat bervariasi apalagi tren Korea saat ini sangatlah digemari oleh remaja Perempuan maupun wanita dewasa
Adapun hal-hal yang ditawarkan untuk membedakan antara Tteobokki Korean Food dengan kedai-kedai pada umumnya adalah:
1. Makanan ala Korea (Tteobokki dan Seafood) tapi harga mahasiswa.
2. Layanan konsumen yang baik dan akrab, karena pelayannya adalah mahasiswa juga.
3. membeli untuk dibawa pulang, seperti jajan di warung.
D. Target Pasar
Pasar sasaran dari Tteobokki Korean Food ini adalah para mahasiswa, pelajar yang ada di lokasi setempat, dan penduduk setempat baik anak-anak, remaja ataupun dewasa. Karena produk yang ditawarkan memang cocok untuk berbagai kalangan, namun lebih diseting khsus untuk diminati oleh mahasiswa. Lokasinya pun memang bertempat di sekitar kampus yang notabene populasi tempat tinggal (kost dan kontrakan) mahasiswa.
Bisnis ini berharap tingkat pembelian ulang oleh konsumen cukup tinggi. Dan konsumen yang berdatangan akan terus-menerus datang ke kedai ini dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.
Selain itu terdapat Tim Manajemen untuk memudahlan memanajemen bisnis
1. Manager dan Bagian Administrasi: Siti Muthirah
2. Bagian Pelayanan Konsumen dan desain : Hariatin widiya D
3. Bagian kebersihan : Ahmad Suaedy
E. Pesaing dan Kondisi Persaingan
1. Strenght (Kekuatan) : Sebagai usaha jajanan khas Korea, usaha Tteokbokki Korean Food memiliki potensi yang kuat di mata pangsa pasar karena belum ada yang membuka usaha jenis ini sebelumnya, sehingga usaha ini berpeluang untuk cukup sukses.. Selain itu juga bahan usaha ini terjamin bersih dan berkualitas dengan cita rasa khas Korea yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia
2. Weaknesses (Kelemahan) : Kelemahan bisnis ini adalah karena usaha jenis ini baru dibangun jadi belum terlalu dikenal oleh masyarakat juga selera masyarakat yang cenderung rendah terhadap makanan khas Korea karena tidak cocok di lidah.
3. Opportunities (Peluang) Lokasi usaha yang strategis akan menjadi salah satu peluang untuk mengundang banyak pengunjung untuk datang dan membeli produk ini. Selain itu, faktor lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat seperti kedekatan dengan sekolah dan kampus
4. Threats (Ancaman) : Hambatan untuk usaha jenis makanan korea adalah adanya kemungkinan munculnya pesaing baru dalam industri ini karena industri berada dalam tahap growth yang berarti pertumbuhan untuk memasuki industri ini masih terbuka. Menjalankan usaha Tteobokki Korean Food ini kami menggunakan prinsip “GITAR” yaitu berusaha dengan Giat, Inovatif, Terampil, Agama, dan Rajin. Dalam mencapai motto diatas cara yang dilakukan adalah dengan membentuk sebuah cara kerja dengan GITAR.
F. Organisasi dan Manajeme
Pertama, dalam menjalankan usaha Tteoboki ini agar mencapai kesuksesan adalah melakukan kegiatan usaha ini dengan sikap Giat. Giat disini dalam arti bekerja dengan tekun dan dengan rasa tanggung jawab, karena tugas utama seorang usaha adalah dapat mempertanggung jawabkan produknya kepada konsumen. Jadi dengan hal tersebut mampu menjadi sebuah motivasi untuk bekerja dengan giat.
Kedua, dalam mencapai sebuah kesuksesan dari usaha ini adalah dengan bekerja secara “Inovatif”. Usaha ini akan menciptakan produk baru dengan rasa yang lezat dan bergizi dari sebelumnya.
Ketiga, cara selanjutnya adalah dengan bekerja dengan “Terampil”. Dalam hal ini terampil maksudnya adalah dalam melakukan kegiatan usaha ini adalah diperlukan sikap terampil dalam membuat produknya. Terampil diperlukan untuk membangun sebuah usaha yang mampu menciptakan produk yang unik dan menarik.
Keempat, Cara yang digunakan untuk mencapai kesuksesan usaha ini adalah dengan “Agama”. Maksudnya adalah dalam melakukan kegiatan usaha ini harus tetap berdoa dan berusaha. Doa merupakan sebuah kunci keberhasilan disamping usaha yang giat. Dengan mengingat agama dalam kegiatan usaha maka kegiatan usaha yang dijalankan akan lancar. Sebagai manusia yang beragama Semua usaha dan keberhasilan tidak akan terjadi tanpa adanya usaha, doa dan oleh izin Tuhan Yang Maha Esa. Jadi Berdoa setelah berusaha merupakan suatu kunci penting dalam menjalankan sebuah usaha.
Kelima, merupakan suatu cara terakhir yang dijalankan adalah dengan menjalankan usaha secara “RAJIN”. Maksudnya rajin dalam bekerja dan rajin menghormati satu sama lain. Rajin dalam segala aspek, terutama dalam hal keanggotaan dalam usaha ini. Rajin saling mengingatna, rajin menerima kritik dan saran yang baik dan sebagainya. Hal tersebut diatas merupakan untuk membuat sebuah usaha yang dijalakankan menuju jalan kesuksesan.
G. Rencana Keuangan
1. Biaya Awal
Biaya variabel pengeluaran sebulan
NO Keterangan Satuan Banyaknya Harga/Satuan Jumlah
- Bahan Utama
1. Tepung Beras Kg 50 8.000 400.000
2. Minyak Wijen Botol 3 24.000 72.000
3. Minyak Goreng Liter 15 15.000 225.000
4 Saos Gochujang bungkus 50 65.000 3.250.000
- Bumbu Bumbu
5 Bawang Putih Kg 5 28.000 140.000
6 Bawang Bombay Kg 5 11.000 55.000
7 Cabai Kg 7 11.000 77.000
8 Lada Hitam Kg 1/2 70.000 35.000
9 Bawang Daun Kg 3 3.000 9.000
10 Saos Sambal Pack 10 5000 50.000
11 Gula Pasir Kg 5 12000 60.000
12 Kaldu Bubuk Botol 2 15000 30.000
13 wijen Kg 1 7000 7.000
- Bahan Pelengkap
14 Sterofom lusin 3 6000 18.000
15 Sendok Plastik Lusin 3 4000 12.000
Bahan Bakar
16 Isi ulang gas 12 kg 18.000
17 Total Biaya variabel 4.458.000
2. Biaya Tetap
NO Keterangan Satuan Banyaknya Harga/Satuan Jumlah
1. Sewa Tempat 300.000
2. Kompor gas Buah 1 1.000.000 1.000.000
3 Panci Buah 4 200.000 800.000
4 Tabung Elpiji Buah 1 1.000.000 1.000.000
5 Gerai tteoboki Buah 1 4.000.000 4.000.000
6 Wajan Buah 2 40.000 80.000
7 Pisau Buah 1 4.000 4.000
8 Sotel Buah 2 10.000 20.000
9 Sendok Penggorengan Buah 1 30.000 30.000
10 Talenan Buah 1 5.000 5.000
11 Celemek Buah 2 5.000 10.000
12 Piring Lusin 1 30.000 30.000
13 Garpu Lusin 1 45.000 30.000
14 Biaya Listrik 150.000
7.459.000
3. Harga Jual Per Porsi
- Tteoboki (4 varian) :Rp. 15.000,00
- Target Penjual Setiap Produk : 25 pcs Per varian:
25 porsi x4x15.000 = 1.500.000
4. Total Biaya Awal : 4.458.000 + 7.459.000 = 11.917.000
5. Analisis Keuntungan
Waktu berjualan yaitu setiap hari . Berikut rinciannya :
a. Pendapatan masing produk (varian):
- Rp 15.000,00 x 30 porsi = Rp 450.000,00
Total Pendapatan/hari : 1.800.000
b. Pendapatan bulanan = Rp 1.800.000 x 30 hari = Rp 54.000.000,00
Jika diasumsikan penjualan 1 tahun konstan, maka:
- Pendapatan yang akan dicapai = Rp 54.000.000,00x 12 = Rp 648.000.000,00
Dan dengan biaya produksi = Rp 4.458.000 x 12 = Rp 53.496.000,00
Maka laba kotor yang akan dicapai dalam 1 tahun
= 648.000.000,00-53.496.000,00 = 594.504.000
6. Pengembalian Modal
Total Modal awal : keuntungan per bulan = 11.917.000 : 49.542.000 = 0,24 = 24 hari
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bedasarkan uraian diatas dalam memilih suatu usaha perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk dan aspek-aspek lain yang berkenaan dengan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha Tteoboki Korean Food ini merupakan suatu usaha skala kecil yang dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, sehingga mengurangi pengangguran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan yang matang.
Dalam menjalankan bisnis ini lebih diutamakan pengalaman, dan menampung hobi serta kebiasaan mahasiswa. Perjalanan bisnis ini akan dijadikan sebagi bahan pembelajaran untuk membangun ekonomi keluarga dan masyarakat setelah lulus kuliah nanti. Adapun segi keuntungan yang diperoleh, penghasilan bersih cukup memuaskan dan bisa dijalankan sebagai prospek bisnis yang menguntungkan.
B. Saran
1. Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan tepat sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.
2. Dalam berwirausaha diperlukan keyakinan, percaya diri, dan keuletan.
3. Seorang wirausaha haruslah selalu kreatif dan inofatif serta selalu mengikuti trend dan selera konsumen agar pelanggan tidak mudah bosan.
4. Semangat wirausaha harus selalu tertanam dalam diri kita.
5. Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai hambatan dan masalah
A. Konsep Bisnis
Tteobokki Korean Food adalah konsep kedai yang mnyediakan Tteobokki sebagai menu
utama digabungkan dengan campuran seafood atau dimsum dengan hargamahasiswa, dandilengkapi juga varian
saus 4 rasa (Gochujang, Bulgogi,
Blackppaper dan Pedas manis) . Tteobokki Korean Food menawarkan makanan ala korea dengan harga ramah dikantong
mahasiswa maupun pelajar.
Tteobokki Korean Food ini rencananya akan dibuka di sekitar UTM, yaitu di Jl. Raya Telang, Telang, Kec. Kamal,
Kabupaten Bangkalan, Rencana jangka menengahnya adalah melakukan ekspansi di
sekitar Kampus-kampus yang ada di Madura. Rencana jangka panjagnya membuka
gerai di berbagai lokasi kampus di kota-kota di Indonesia.
Tteobokki Korean Food ini lebih mirip dengan gerobak angkringan. Prediksi
peluang dibukanya kedai ini dikarenakan belum adannya menu makanan ala Korea
yang ditawarkan di kedai-kedai lain sekitar UTM. Di sekitar kampus hanya ada
tempat ngopi yang menunya kurang bervariatif dan monoton. Padahal selera mahasiswa sangat
bervariasi apalagi tren Korea saat ini sangatlah digemari oleh remaja Perempuan
maupun wanita dewasa
Adapun hal-hal yang ditawarkan untuk membedakan
antara Tteobokki Korean Food dengan
kedai-kedai pada umumnya adalah:
1. Makanan ala Korea (Tteobokki dan Seafood) tapi
harga mahasiswa.
2. Layanan konsumen yang baik dan akrab, karena
pelayannya adalah mahasiswa juga.
3. membeli untuk dibawa pulang, seperti jajan di
warung.
A. Target Pasar
Pasar sasaran dari Tteobokki
Korean Food ini
adalah para mahasiswa, pelajar yang ada di lokasi setempat, dan penduduk
setempat baik anak-anak, remaja ataupun dewasa. Karena produk yang ditawarkan
memang cocok untuk berbagai kalangan, namun lebih diseting khsus untuk diminati
oleh mahasiswa. Lokasinya pun memang bertempat di sekitar kampus yang notabene
populasi tempat tinggal (kost dan kontrakan) mahasiswa.
Bisnis ini berharap tingkat pembelian ulang
oleh konsumen cukup tinggi. Dan konsumen yang berdatangan akan terus-menerus
datang ke kedai ini dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.
Selain itu terdapat Tim
Manajemen untuk memudahlan memanajemen bisnis
1.
Manager dan Bagian
Administrasi: Siti Muthirah
2.
Bagian
Pelayanan Konsumen dan desain : Hariatin widiya D
3.
Bagian
kebersihan : Ahmad Suaedy
B. Pesaing dan Kondisi
Persaingan
1.
Strenght (Kekuatan) : Sebagai usaha jajanan khas Korea,
usaha Tteokbokki Korean Food memiliki potensi yang kuat di mata pangsa
pasar karena belum ada yang membuka usaha jenis ini sebelumnya, sehingga usaha
ini berpeluang untuk cukup sukses.. Selain itu juga bahan usaha ini terjamin
bersih dan berkualitas dengan cita rasa khas Korea yang disesuaikan dengan
lidah masyarakat Indonesia
2.
Weaknesses (Kelemahan) : Kelemahan bisnis ini adalah
karena usaha jenis ini baru dibangun jadi belum terlalu dikenal oleh masyarakat
juga selera masyarakat yang cenderung rendah terhadap makanan khas Korea karena
tidak cocok di lidah.
3.
Opportunities (Peluang) Lokasi usaha yang strategis akan menjadi salah satu peluang
untuk mengundang banyak pengunjung untuk datang dan membeli produk ini. Selain
itu, faktor lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat seperti
kedekatan dengan sekolah
dan kampus
4.
Threats (Ancaman) : Hambatan untuk usaha jenis makanan korea adalah
adanya kemungkinan munculnya pesaing baru dalam industri ini karena industri
berada dalam tahap growth yang berarti pertumbuhan untuk
memasuki industri ini masih terbuka. Menjalankan
usaha Tteobokki Korean Food ini kami
menggunakan prinsip “GITAR” yaitu berusaha dengan Giat, Inovatif, Terampil,
Agama, dan Rajin. Dalam mencapai motto diatas cara yang dilakukan adalah dengan
membentuk sebuah cara kerja dengan GITAR.
C. Organisasi dan
Manajemen
Pertama, dalam menjalankan usaha Tteoboki ini
agar mencapai kesuksesan adalah melakukan kegiatan usaha ini dengan sikap Giat.
Giat disini dalam arti bekerja dengan tekun dan dengan rasa tanggung jawab,
karena tugas utama seorang usaha adalah dapat mempertanggung jawabkan produknya
kepada konsumen. Jadi dengan hal tersebut mampu menjadi sebuah motivasi untuk
bekerja dengan giat.
Kedua, dalam mencapai sebuah kesuksesan dari
usaha ini adalah dengan bekerja secara “Inovatif”. Usaha ini akan menciptakan
produk baru dengan rasa yang lezat dan bergizi dari sebelumnya.
Ketiga, cara selanjutnya adalah dengan bekerja
dengan “Terampil”. Dalam hal ini terampil maksudnya adalah dalam melakukan
kegiatan usaha ini adalah diperlukan sikap terampil dalam membuat produknya.
Terampil diperlukan untuk membangun sebuah usaha yang mampu menciptakan produk
yang unik dan menarik.
Keempat, Cara yang digunakan untuk mencapai
kesuksesan usaha ini adalah dengan “Agama”. Maksudnya adalah dalam melakukan
kegiatan usaha ini harus tetap berdoa dan berusaha. Doa merupakan sebuah kunci
keberhasilan disamping usaha yang giat. Dengan mengingat agama dalam kegiatan
usaha maka kegiatan usaha yang dijalankan akan lancar. Sebagai manusia yang
beragama Semua usaha dan keberhasilan tidak akan terjadi tanpa adanya usaha,
doa dan oleh izin Tuhan Yang Maha Esa. Jadi Berdoa setelah berusaha merupakan
suatu kunci penting dalam menjalankan sebuah usaha.
Kelima, merupakan suatu cara terakhir yang
dijalankan adalah dengan menjalankan usaha secara “RAJIN”. Maksudnya rajin
dalam bekerja dan rajin menghormati satu sama lain. Rajin dalam segala aspek,
terutama dalam hal keanggotaan dalam usaha ini. Rajin saling mengingatna, rajin
menerima kritik dan saran yang baik dan sebagainya. Hal tersebut diatas
merupakan untuk membuat sebuah usaha yang dijalakankan menuju jalan kesuksesan.
D. Rencana Keuangan
1. Biaya Awal
Biaya variabel pengeluaran sebulan
|
NO |
Keterangan |
Satuan |
Banyaknya |
Harga/Satuan |
Jumlah |
|
- |
Bahan Utama |
|
|
|
|
|
1. |
Tepung
Beras |
Kg |
50 |
8.000 |
400.000 |
|
2. |
Minyak Wijen |
Botol |
3 |
24.000 |
72.000 |
|
3. |
Minyak Goreng |
Liter |
15 |
15.000 |
225.000 |
|
4 |
Saos Gochujang |
bungkus |
50 |
65.000 |
3.250.000 |
|
- |
Bumbu Bumbu |
|
|
|
|
|
5 |
Bawang Putih |
Kg |
5 |
28.000 |
140.000 |
|
6 |
Bawang Bombay |
Kg |
5 |
11.000 |
55.000 |
|
7 |
Cabai |
Kg |
7 |
11.000 |
77.000 |
|
8 |
Lada Hitam |
Kg |
1/2 |
70.000 |
35.000 |
|
9 |
Bawang Daun |
Kg |
3 |
3.000 |
9.000 |
|
10 |
Saos Sambal |
Pack |
10 |
5000 |
50.000 |
|
11 |
Gula Pasir |
Kg |
5 |
12000 |
60.000 |
|
12 |
Kaldu Bubuk |
Botol |
2 |
15000 |
30.000 |
|
13 |
wijen |
Kg |
1 |
7000 |
7.000 |
|
- |
Bahan Pelengkap |
|
|
|
|
|
14 |
Sterofom |
lusin |
3 |
6000 |
18.000 |
|
15 |
Sendok Plastik |
Lusin |
3 |
4000 |
12.000 |
|
|
Bahan Bakar |
|
|
|
|
|
16 |
Isi ulang gas 12 kg |
|
|
|
18.000 |
|
17 |
Total Biaya variabel |
4.458.000 |
|||
2.
Biaya
Tetap
|
NO |
Keterangan |
Satuan |
Banyaknya |
Harga/Satuan |
Jumlah |
|
1. |
Sewa Tempat |
|
|
|
300.000 |
|
2. |
Kompor
gas |
Buah |
1 |
1.000.000 |
1.000.000 |
|
3 |
Panci |
Buah |
4 |
200.000 |
800.000 |
|
4 |
Tabung Elpiji |
Buah |
1 |
1.000.000 |
1.000.000 |
|
5 |
Gerai tteoboki |
Buah |
1 |
4.000.000 |
4.000.000 |
|
6 |
Wajan |
Buah |
2 |
40.000 |
80.000 |
|
7 |
Pisau |
Buah |
1 |
4.000 |
4.000 |
|
8 |
Sotel |
Buah |
2 |
10.000 |
20.000 |
|
9 |
Sendok Penggorengan |
Buah |
1 |
30.000 |
30.000 |
|
10 |
Talenan |
Buah |
1 |
5.000 |
5.000 |
|
11 |
Celemek |
Buah |
2 |
5.000 |
10.000 |
|
12 |
Piring |
Lusin |
1 |
30.000 |
30.000 |
|
13 |
Garpu |
Lusin |
1 |
45.000 |
30.000 |
|
14 |
Biaya Listrik |
|
|
|
150.000 |
|
|
|
7.459.000 |
|||
3. Harga Jual Per Porsi
- Tteoboki (4 varian) :Rp. 15.000,00
- Target Penjual Setiap Produk : 25 pcs Per varian:
25 porsi x4x15.000 = 1.500.000
4. Total Biaya Awal : 4.458.000 +
7.459.000 = 11.917.000
5. Analisis Keuntungan
Waktu berjualan yaitu
setiap hari . Berikut rinciannya :
a.
Pendapatan masing produk
(varian):
- Rp 15.000,00 x
30 porsi = Rp 450.000,00
Total Pendapatan/hari :
1.800.000
b. Pendapatan bulanan = Rp 1.800.000 x 30 hari = Rp
54.000.000,00
Jika diasumsikan
penjualan 1 tahun konstan, maka:
- Pendapatan yang akan
dicapai = Rp 54.000.000,00x 12 = Rp 648.000.000,00
Dan dengan biaya produksi
= Rp 4.458.000 x
12 = Rp 53.496.000,00
Maka laba kotor yang
akan dicapai dalam 1 tahun
= 648.000.000,00-53.496.000,00
= 594.504.000
1.
Pengembalian Modal
Total Modal awal : keuntungan per bulan
= 11.917.000 : 49.542.000
= 0,24 = 24 hari
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bedasarkan uraian diatas dalam
memilih suatu usaha perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang
berhubungan dengan usaha yang didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha,
lokasi yang strategis, pemasaran produk dan aspek-aspek lain yang berkenaan
dengan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan dijalankan dapat berjalan
dengan baik. Usaha Tteoboki
Korean Food ini merupakan suatu usaha skala kecil yang dapat membantu
menciptakan lapangan usaha baru, sehingga mengurangi pengangguran. Usaha ini
tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan yang
matang.
Dalam
menjalankan bisnis ini lebih diutamakan pengalaman, dan menampung hobi serta
kebiasaan mahasiswa. Perjalanan bisnis ini akan dijadikan sebagi bahan
pembelajaran untuk membangun ekonomi keluarga dan masyarakat setelah lulus
kuliah nanti. Adapun segi keuntungan yang diperoleh, penghasilan bersih cukup
memuaskan dan bisa dijalankan sebagai prospek bisnis yang menguntungkan.
B. Saran
1. Dalam
mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan
tepat sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.
2. Dalam
berwirausaha diperlukan keyakinan, percaya diri, dan keuletan.
3. Seorang
wirausaha haruslah selalu kreatif dan inofatif serta selalu mengikuti trend dan
selera konsumen agar pelanggan tidak mudah bosan.
4. Semangat
wirausaha harus selalu tertanam dalam diri kita.
5. Jangan
mudah menyerah menghadapi berbagai hambatan dan masalah
Komentar
Posting Komentar