“Leader” Kepemimpinan
Febry Ayu Puspita (190711100103) Nurul Idha Fauziah (190711100078)
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kepemimpinan juga diartikan sebagai kemampuan mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan, kemampuan mempengaruhi komitmen dan ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama, dan kemampuan mempengaruhi kelompok agar mengidentifikasi, memelihara, dan mengembangkan budaya organisasi
Teori Sifat (Trait Theory) Teori ini lebih menekankan pada aspek kepribadian seperti intelektualisasi, emosi, keadaan fisik (usia, tinggi dan berat badan) dan sifat-sifat pribadi lainnya. Teori ini menjelaskan bahwa eksistensi seorang pemimpin dapat dilihat dan dinilai berdasarkan sifat-sifat sejak lahir sebagai sesuatu yang diwariskan.
Teori Pelaku Menurut teori ini, seseorang bias belajar dan mengembangkan diri menjadi seorang pemimpin yang efektif, tidak tergantung pada sifat-sifat yang sudah melekat padanya. Jadi seorang pemimpin bukan dilahirkan untuk menjadi pemimpin, namun untuk menjadi seorang pemimpin dapat dipelajari dari apa yang dilakukan oleh pemimpin yang efektif ataupun dari pengalaman.,
3. Teori Lingkungan Teori ini beranggapan bahwa munculnya pemimpin- pemimpin itu merupakan hasil dari waktu, tempat dan keadaan. Teori ini secara garis besar menjelaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya sangat tergantung terhadap situasi dan gaya kepemimpinan yang dipakainya.
Gaya kepemimpinan
Pengambilan keputusan pemimpin hanya bergerak sendiri dan para bawahannya itu hanya berperan sebagai pelaksana karena mereka tidak dilibatkan sama sekali dalam proses pengmbilan keputusan.
Gaya kepemimpinan peternastik ini merupakan gaya kepemimpinan yang mengkombinasikan kedisiplinan yang tinggi dan wewenang dengan kebajikan figure bapak, dan inlegitas moral di dalam suasana yang personal.
Sepanjang persepsi yang dimilikinya tentang keseimbangan antar pelaksanaan tugas dan pemeliharaan hubungan dengan para bahawan seorang pemimpin kharismatik nampaknya memberikan penekanan pada dua hal tersebut.
Pemimpin yg berkualitas
1. Kepemimpinan (ledership) yang dinamis dan efektif.
2. Mempunyai profesionalisasi kepemimpinan.
3. Memiliki keahlian (expertise) dan kompetensi dalam satu atau beberapa bidang.
4. Mempunyai jiwa dan semangat kewirausahaan yang tinggi5. Mempunyai kemampuan manajerial untuk dapat merubah dan menggerakkan organisasi/ perusahaan6. Secara terus menerus melakukan perubahan dalam usaha menciptakan keunggulan mutlak walaupun kondisinya sudah di depan
Jenis Pmimpin
Kepemimpinan Karismatik
Para pemimpin yang memiliki kepribadian karismatik adalah sosok yang memiliki kepribadian yang kuat, menghargai nilai-nilai positif, dan mampu mengubah arah pandang karyawannya untuk menjadi lebih baik lagi.
2. Kepemimpinan Otoriter
Saat terciptanya kepemimpinan otoriter, bos sebagai pemegang kekuasaan tertinggi akan membuat keputusan, peraturan, dan prosedur berdasarkan pemikirannya. Lingkungan kerja dengan kepemimpinan otoriter sangat bisa diandalkan saat mengambil keputusan namun tidak memberikan keleluasaan kepada para karyawannya, Toppers.
3. Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis akan melibatkan banyak kontribusi karyawan dalam mengambil keputusan. Tipe kepemimpinan ini akan menawarkan komunikasi aktif dua arah antara pimpinan dan karyawannya.
Untuk menciptakan kepemimpinan yang demokratis, dibutuhkan keberanian, kejujuran, kreativitas, dan keadilan bagi seluruh aspek yang ada di perusahaan.
4. Kepemimpinan Delegatif
Dengan kepemimpinan delegatif, para pemimpin memberikan wewenang bagi anggotanya dalam mengambil keputusan. Namun, tipe kepemimpinan ini memiliki kelemahan, yaitu kecenderungan antar anggota untuk saling menyalahkan keputusan yang telah dibuat.
5. Kepemimpinan Transformasional
Tipe kepemimpinan transformasional berkaitan erat dengan perubahan dalam diri pemimpin maupun para anggotanya. Kepemimpinan ini mampu memotivasi anggotanya untuk mengerjakan sesuatu melebihi apa yang ditargetkan.
Kepemimpinan transformasional ini biasanya memiliki anggota yang berkomitmen dengan pimpinan yang memberdayakan para karyawannya dengan baik melalui visi misi yang serupa.
6. Kepemimpinan Visioner
Visioner memiliki arti orang yang memiliki pandangan atau wawasan ke masa depan. Dengan kepemimpinan visioner, para pemimpin selalu berusaha mewujudkan visi misi yang dibuat oleh perusahaan. Selain itu, pemimpin ini selalu berinovasi dalam mencapai target yang telah ditentukan.
Pemimpin visioner akan mendorong para anggota untuk mencoba hal-hal baru dan terus berinovasi untuk perkembangan perusahaan yang lebih baik lagi.
Kepemimpinan Liberal
Para pemimpin akan memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menyelesaikan semua tugasnya demi kenyamanan anggota. Hal ini dilakukan agar segala tugas yang diberikan bisa cepat selesai.
Seorang pemimpin liberal tidak akan menuntut banyak kepada para karyawannya namun tetap mengawasi jalannya kerja sehari-hari.
8. Kepemimpinan Pembinaan
Pemimpin akan mengawasi dan mengajari para anggotanya dengan penuh dan mengatur hasil yang akan dicapai perusahaan. Seorang pemimpin yang membina anggotanya juga akan memberikan motivasi untuk mendorong para karyawannya mencapai tujuan perusahaan dengan keahlian mereka.
9. Kepemimpinan Situasional
Kepemimpinan situasional adalah suatu kondisi ketika pemimpin bertindak berdasarkan lingkungan dan situasi kerja. Ada beberapa cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin situasional, yaitu mengarahkan langsung, memberikan pelatihan kepada karyawan, mendukung karyawan, dan melakukan delegasi.
10. Kepemimpinan Transaksional
Ibarat seorang pembeli, seorang pemimpin transaksional akan memberikan tugas kepada karyawannya. Imbalan karyawan kepada pemimpinnya adalah tugas-tugas yang sudah diselesaikan. Garis komando sudah jelas diberikan dan harus diselesaikan dengan baik.
11. Kepemimpinan Tim
Pimpinan yang satu ini dibentuk dari hasil diskusi bersama dalam sebuah tim. Seorang pemimpin mampu untuk bekerja sama dengan tim untuk mencapai visi dan misi yang telah disepakati.
Indikator kepemimpinan
Kedudukan sebagai pengawas Pemimpin yang diartikan sebagai pengawas memiliki kekuasaan untuk menciptakan rasa takut. Pemimpin yang mempunyai kekuasaan jenis ini memiliki kemampuan untuk menegakan hukuman, atau pemecatan. Kebutuhan akan prestasi Kebutuhan akan prestasi ini bersumber dari keahlian, kecakapan, atau pengetahuan yang dimiliki seorang pemimpin yang diwujudkan lewat rasa hormat, dan pengaruhnya terhadap orang lain. Kecerdasan Kecerdasan seorang pemimpin pada jabatan yang dipegang oleh pemimpin secara normal, semakin tinggi posisi seorang pemimpin, maka semakin besar kekuasaan legitimasinya
4. Ketegasan Sifat pribadi seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan refrensinya pada umumnya disenangi orang lain karna kepribadiannya yang mampu menarik para bawahan.
5. Kepercayaan Diri Kekusaan ini bersumber atas kemampuan untuk menyediakan penghargaan atau hadiah bagi orang lain, seperti misalnya gaji, promosi, atau penghargaan jasa.
6. Inisiatif Kekuasaan ini bersumber karena adanya akses informasi yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang dinilai dangat berharga oleh pengikutnya.
7. Hubungan dengan Bawahan Kekuasaan ini bersumber pada hubungan pada hubungan yang dijalin oleh pemimpin dengan orang-orang yang penting dan berpengaruh baik diluar atau didalam organisasi.
Kepemimpinan dan kewirausahaan
Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan. Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi mereka dalam memajukan perusahaannya.
Seorang pemimpin akan mampu dan sukses memimpin diri sendiri bahkan memimpin perusahaannnya untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan, serta dapat menciptakan kebahagiaan kepada semua karyawan serta diri sendiri dalam membangkitkan usaha dengan memiliki Tiga anatomi : Keyakinan : Segala sesuatu harus dimulai dari keyakinan. Keyakinan memberikan kekuatan. Ada tiga prinsip yang harus diyakini, yaitu prinsip manusia, prinsip alam, dan prinsip Tuhan. Aksi : Keyakinan memberikan kekuatan, dan aksi melejitkan kekuatan itu. Ada tiga dimensi etos kerja, yaitu sebuah kombinasi cara kerja yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Pekerti : Pekerti adalah sikap mental yang melahirkan kecenderungan perilaku sehari-hari, sedangkan pimpin pekerti adalah kebiasaan seseorang untuk memimpin dirinya sendiri dengan sikap dan perilaku mulia. Aksi melejitkan kekuatan, sementara pekerti menjaga kesuciannya.
Komentar
Posting Komentar