MAKALAH 1 "Berpikir Kreatif”

 Latar Belakang

Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentudalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untukmenciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secarariil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan suatu perubahan yang baru (creative), kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), keberanian untuk menanggung risiko(riskbearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide.

Disinilah suatu perubahan berfikir dan kreatifitas sangat diperlukan untuk mengembangkan ide dan bahkan untukmempertahankan suatu ide yang telah ada. Dalam berwirausaha terdapat persaingan yang ketat. Untuk memenangkanpersaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang berbeda dari polapiker yang ada serta dilandasi oleh pemikiran yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produkproduk yang telah ada selama ini di pasar.Gagasan- gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentukataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosanterobosanbaru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil

PENGARUH BERPIKIR POSITIF DALAM BERWIRAUSAHA

Kreativitas adalah inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektifCiri-ciri Pemikiran Kreatif sifat-sifat pemikir kreatif adalah :  a. Sensitif terhadap masalah 


b. Mampu menghasilkan sejumlah sejumlah ide besar. 

c. Fleksibel 


d. Keaslian 

e. Mau mengikuti perasaan 


f. Bisa melihat pikiran bawah sadar 

g. Mempunyai motivasi 

h. Tidak ada rasa takut gagal

i. Mampu berkonsentrasi 

 

j. Mempunyai kemampuan memilih Seorang wirausaha yang memiliki selera kreativitas yang tinggi akan memberikan manfaat pada : 

a. Meningkatkan efisiensi kerja 

b. Meningkatkan inisiatif 

c. Meningkatkan penampilan 

d. Meningkatkan kualitas produk 

e. Meningkatkan keuntungan.

Wirausaha yang kreatif selalu mencari informasi bisnis melalui internet, televisi, dan surat kabar,serta majalah, jurnal, laporan-laporan dan sebagainya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausaha yang kreatif dalam mencari informasi unutk kemajuan usahanya: 

a. Informasi tentang kepribadian dan kemampuannya 

b. Peluang pasar 

c. Peluang usaha yang menguntungkan 

d. Pemasok barang 

e. Kebutuhan dan keinginan pelanggan akan produk dan jasa 

f. Persaingan dalam dunia bisnis 

g. Lingkungan sekitar perusahaan, dan lain-lain

2. CARA MELATIH BERPIKIR KREATIF

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu mengembangkan kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas 

a. Mengenali Hubungan Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi, dan orang, seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air teh, kemudian dikemas dalam botol menjadi teh botol yang harum dan segar rasanya. Orang yang kreatif akan memiliki intuisi tertentu untuk mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan

 

berbeda dari fenomena tersebut. Hubungan ini dapat memperlihatkan ideide, produk, dan jasa yang baru. 

b. Kembangkan Perspektif Fungsional Kita dapat melihat adanya perspektif yang fungsional dari benda dan orang. Seseorang yang kreatif dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan membantu menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, menggunakan pisau dapur untuuk memasanng paku skrup ketika tidak menemukan  obeng.

c. gunakan akal. Fungsi otak pada bagian yang terpisah antara  kiri dan kanan telah dilakukan sejak tahun  1950-an serta  tahun 1960-an. Otak  bagian kanan  telah digunakan untuk  hal-hal  seperti analogi,imajinasi,dan lain lain,sedangkan otak bagian kiri digunakan untuk kerja, seperti analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah, dan lain-lain. Meskipun secara fungsinya berbeda, dalam kerjanya kedua bagian otak tersebut harus saling berhubungan. 

Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi, dan tahap-tahap implementasi. Jadi, apabila ingin lebih kreatif, harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua belah otak kita tersebut. 

d. Hapus Perasaan Ragu-ragu Kebiasaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif, di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Pemikiran lain Perkembangan kehidupan seseorang banyak terpenuhi oleh hal-hal yang tidak pasti dan meragukan. Banyak orang yang menyerah dengan kenyataan yang dihadapi. Bagi orang yang kreatif, lebih baik belajar menerima keadaan tersebut dalam hidupnya, bahkan mereka sering menemukan sesuatu yang berharga dalam kondisi tersebut. 

2. Mencari selamat Setiap orang cenderung menghindari risiko seminimal mungkin, tetapi seorang inovator justru senang menghadapi risiko, misalnya risiko kesalahan atau kegagalan. Bahkan, kegagalan dianggap sebagai permainan menarik yang dapat dijadikan guru yang baik untuk keberhasilan pada masa yang akan datang. 

3. Stereotype (yakin sudah ada ketentuan) Meyakini adanya ketentuan atau karakteristik tertentu untuk suatu hal, begitu pula halnya akan kesuksesan yang dapat diraih. Karena keterbatasan ini, seseorang yang ingin melakukan suatu hal karena asas stereotype ini, akan terimitasi cara pandang dan persepsinya terhadap kemungkinan lain yang sebenarnya dapat diraih.

4. Pemikiran kemungkinan/probabilitas Untuk memperoleh keamanan dalam membuat keputusan, seseorang cenderung percaya pada teori kemungkinan. Apabila berlebihan, hal ini akan menghambat seseorang mencari kesempatan yang hanya akan  datang sekali dalam hidupnya

 

Adapun kiat atau saran-saran khusus yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan sikap kreatif Anda adalah sebagai berikut . 

a. Tentukan suatu hal yang Anda inginkan, seperti mengambil waktu untuk memahami permasalahan sebelum mencoba memecahkannya, mengumpulkan seluruh fakta dalam benak, dan mencoba identifikasi fakta.fakta yang paling penting. 

b. Rilaks, beberapa teknik rilaksasi di antaranya menjernihkan pikiran, mendengarkan alunan suara yang indah, meditasi, mendengarkan humor dari orang lain, berhenti sejenak memikirkan segala permasalahan. 

c. Melatih otak dengan cara semua gagasan tanpa harus menyebutkan pemecahannya terlebih dahulu, latihan berkonsentrasi pada isu tunggal, mencoba memikirkan penyelesaian unik terhadap masalah pribadi atau masalah kerja Anda dan melatih cara menerima kurangnya kendali. 

d. Mencari cara melakukan sesuatu dengan lebih baik. Cara ini melibatkan upaya-upaya orisinal, menjaga keterbukaan pikiran, berpikir dengan cara yang tidak konvensional untuk menggunakan objek dan lingkungan (misalnya menggunakan headline surat kabar atau majalah untuk membantu Anda menjadi pemecah masalah yang lebih baik), tidak menggunakan cara-cara biasa dalam mengerjakan sesuatu dan lain-lain. 

 

e. Mencari cara untuk mengatasi masalah. Hal ini dapat diikuti dengan mematok waktu untuk fokus pada masalah, mengerjakan rencana, menyusun subtujuan, mengingat kembali masalah serupa, dan cara Anda memecahkannya, sejauh mungkin menggunakan analogi, menggunakan strategi pemecahan masalah yang berbeda, baik secara verbal, visual, matematis, atau diagram-diagram, percaya pada intuisi Anda maupun bermain dengan gagasan-gagasan dan pendekatan yang mungkin (dari perspektif yang berbeda).

3. HAMBATAN KREATIVITAS

Setiap manusia wirausaha harus memiliki jiwa enterpreneurship, yang didukung oleh cara-cara berpikirnya yang kreatif. Pemikiran kreatif didukung oleh dua hal, yaitu pengerahan daya imajinasi dan proses berpikir ilmiah. Ada beberapa hal yang dapat merintangi atau menghambat pimikiran kreativitas dilihat dari perilaku seorang wirausaha, yaitu: 

a. mengagungkan tradisi dan budaya yang dibuat; 

b. memperkecil ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan; 

c. lebih menekankan pada perilaku struktur birokrasi; 

d. menekankan pada nilai yang menghalangi pengambilan risiko; 

e. lebih menyukai spesialisasi; 

f. komunikasi yang lemah; 

g. mematikan sesuatu contoh; 

h. sistem pengendalian yang kuat atau tidak lentur; 

i. menekankan denda atau hukuman atas kegagalan atau kesalahan; 

j. mengawasi aktivitas kreativitas;

k. menekankan batas waktu

Secara rinci, hambatan-hambatan kreativitas dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

a. Hambatan persepsi merupakan hambatan yang membuat manusia sulit mempersepsikan masalah atau menangkap informasi yang relevan. 

Contohnya : “Terlalu banyak informasi dapat mendatangkan kesulitan. Hal yang sama juga terjadi bila informasi terlalu sedikit. Informasi yang berlimpah, terlalu rinci, dapat membuat kita kesulitan menagkap gambaran utamanya (big picture). Terlalu banyak informasi juga dapat memper lebar masalah (tidak fokus). Akibatnya, Anda kesulitan memilahmilahnya. Kedua masalah dalam kuantitas informasi ini akan selalu ditemui oleh seorang entrepreneur saat dia mengambil keputusan.”

b. Hambatan Emosi dapat mengganggu kemampuan seseorang memecahkan masalah melalui berbagai cara. Beberapa jenis hambatan kreativitas yang tergolong dalam hambatan emosi dan contoh – contohnya adalah sebagai berikut:

1. Takut Mengambil Resiko

Hambatan ini berakar dari pengalaman kultural di mana anak-anak selalu diberi hadiah jika mampu memecahkan masalah dengan benar, tetapi sebaliknya dihukum bila melakukan kesalahan. Karena tidak diberi peluang melakukan kesalahan, banyak orang yang takut salah dan akhirnya takut mengambil resiko.

2. Berani Menghadapi Ketidakpastian

Untuk menjadi kreatif, seseorang perlu belajar menghadapi ketidakpastian atau kekacauan (chaos). Ini berarti kita harus berani berpindah dari zona nyaman ke zona baru. Ingatlah selalu bahwa seorang entrepreneur ada karena ada orang – orang yang mau mengarungi samudra ketidakpastian.

3. Lebih Suka Menilai Daripada Menghasilkan Gagasan Baru

Hambatan ini muncul ketika seseorang berpikir negatif. Ada banyak orang yang selalu negatif terhadap apa saja sehingga dia lebih piawai menjadi kritikus daripada pelaku usaha atau inovator. Sikap ini sangat merugikan. Karena bila penilaian dilakukan terlalu dini, maka akan banyak sekali gagasan hebat yang ditolak.

4. Kurang Tantangan

Kadangkala, kita malas memulai usaha karena memandang sepele. Permasalahan yang ada dianggap terlalu remeh untuk dipikirkan secara mendalam. Segala sesuatu yang dipandang sepele membuat kita kurang memiliki tantangan sehingga tidak bergerak.

5. Terburu-buru

Sikap terburu – buru dalam menyelesaikan masalah dapat menciptakan hambatan. Untuk menjadi kreatif, sering kali kita butuh tahapan inklubasi untuk memikirkan kembali permasalahan secara lebih mendalam dalam suasana yang lebih tenang.

c. Hambatan kultural dapat menjangkiti seseorang bila dia dihadapkan pada seperangkat pola kultural di linkungannya. Salah satu jenis hambatan kultural yang paling umum adalah takut untuk tampil berbeda dari yang lain, atau takut mengambil tindakan/ mengemukakan gagasan yang kemungkinan bakal dianggap kontroversial.

d. Hambatan lingkungan merupakan hambatan kultural yang lebih luas. Iklim organisasi atau budaya perusahaan dapat menjadi penghambat perangsang kreativitas organisasi/ perusahaan di mana dapat mengupayakan lingkungan yang kondusif terhadap kreativitas. Elemen organisasi dari nilai – nilai yang dianut manajer, bawahan, anggota kelompok, pelanggan dan pesaing juga dapat menghambat atau merangsang kreativitas. Beberapa elemen penghambat misalnya:

• Tidak ada kerja sama dan rasa saling percaya antara tim kerja.

• Atasan bersikap otoriter, tidak menghargai pendapat orang lain.

• Gangguan rutin, misalnya telepon, tamu yang tak putus-putus dan ruang kerja yang riuh rendah.

• Kurangnya dukungan untuk memangtangkan gagasan.

• Budaya kebersamaan (solidaritas) atau anti persaingan.

e. Hambatan intelektual biasanya disebabkan oleh sikap mental yang tidak efisien atau keengganan untuk menggunakan pendekatan baru, misalnya :

• Kecendrungan yang sangat kuat untuk mempertahankan tradisi, menggunakan metode atau cara yang dulu pernah terbukti efektif,

• Terlalu mengandalkan logika,

• Enggan menggunakan intuisi,

• Terlalu mengandalkan statistik dan pengalaman masa lalu sehingga gagasan batu terlalu cepat diuji secara mental.

Carol Kinsey Gomman Ph.D. dalam bukunya yang berjudul “Creativty in Bussiness” pada tahun 2001mengidentifikasi hambatan kreativitas serta faktor pendorongnya untuk keluar dari hambatan tersebutadalah sebagai berikut :

Penghambat kreativitas  Lakukan dengan  perubahan  Pendorong kreattivitas

Sikap negatif    Sikap positif

Taat pda aturan    Melanggar aturan

Membuat asumsi    Memeriksa asumsi

Stress yang berlebihan    Mampu  menyalurkan

stress

 

Takut gagal   Teknik resiko  mengambil

Berkeyakinan  bahwa

diri sendiri tidak kreatif   Yakinlah kreatif  bahwa anda 

Terlalu mengandallkan logika   Menggunakanimajinai danintuisi

 

 

DAFTAR PUSTAKA

A, Rusdiana. 2018. KEWIRAUSAHAAN TEORI DAN PRAKTIK. Bandung: CV PUSTAKA SETIA.

Hadiyati,Ernani. 2011. Reativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan

 Usaha Kecil. JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN, VOL.13, NO. 1.

Kurniullah, Ardhariksa Zukhruf. Parulian Simarmata, Hengki Mangiring. 2021. Yayasan

  Kita Menulis.

Mega, Novita Angel Virdianasari. 2021. ANALISIS PENGARUH KREATIF DAN

 INOVATIF DI DUNIA BISNIS KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Niqosiya: Journal of Economics and Business Research Vol. 1 No. 1.

Wiyono, Harsoyo Dwijo. Tedy Ardiansyah , Rasul,Tarmizi. 2020. KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA. Vol 1, No. 2 (2020).

Zukhruf Ardhariksa,Kurniullah. Hengki Mangiring . kewirausahaan Dan Bisnis.


Komentar